Skip to content

Kirain sudah dewasa, ternyata…

March 29, 2009

Suatu pagi saat Eka sedang mengeringkan rambutnya, anaknya masuk ke kamar, katanya, “Ma, boleh pinjam hair dryer-nya, nggak?” Eka mengiyakan sambil memberikan hair dryer itu. “Makasih, Ma” jawab anaknya. Lalu kata Eka ke suaminya, “Pi, ternyata anak kita udah gede ya, sudah mulai pakai hair dryer segala.” Jawab suaminya “Ah, yang benar.. coba lihat dulu buat apa hair dryer-nya”. Eka mengiyakan, lalu pergi ke kamar anaknya. Begitu masuk, yang dilihat Eka, anaknya bukannya mengeringkan rambut, tapi ternyata…

sedang di atas kasur sambil…

mengeringkan bekas “ngompolnya”…

(disadur dari komik “Keluarga Aozora”)

Terlalu inisiatif

March 29, 2009

Suatu hari Eka bertandang ke rumah Eni. Setelah masuk Eni mempersilakan Eka untuk duduk, lalu permisi, katanya ingin menyiapkan minuman dulu. Selagi Eni di dapur, telpon berdering. Selang beberapa waktu, karena Eninya tidak datang-datang, Eka berinisiatif mengangkat telpon. Mungkin karena kebiasaan atau agak gugup, Eka langsung ngomong, “Saya Eka, ada yang bisa dibantu?”. Langsung dijawab, “Maaf Bu, salah sambung” dan sambungan telpon terputus. Seketika Eni langsung datang dan bicara, “Eh, tadi Eka ngangkat telpon? Tadi siapa ‘Ka?”. Jawab Eka, “Mmmmm…..”

(disadur dari komik “Keluarga Aozora”)

Pengalaman “cape deh” dengan asumsi

March 23, 2009

Berasumsi berarti punya anggapan tentang keadaan yang seharusnya terhadap suatu hal atau masalah. Karena kita sudah terpaku dengan anggapan itu, dan ternyata anggapan itu salah, bisa saja itu berakibat kerugian ke kita. Seperti contoh beberapa pengalaman berikut (selamat menyimak) ..

Saya pernah mencari kunci boks peralatan, dan saya beranggapan bahwa kunci itu pasti disimpan dalam sebuah kotak hitam, soalnya selama ini disimpan di situ. Karena segan merepotkan orang lain, saya berusaha mencari kotak itu kemana-mana. Setelah sekian lama saya tanyakan ke teman kerja, dan ternyata.. kunci itu disimpan di plastik bening di laci salah satu meja rekan kerja images

Soal kunci lagi.. kali ini mencari kunci ruangan.. anggapannya pasti kunci itu ditaruh di laci atas  (pada meja yang ada dua laci, kecil di sebelah atas dan besar di bawah). Setelah tidak ketemu-ketemu juga, akhirnya kepikiran ada di laci bawah (biasanya buat dokumen, bukan barang2 kecil).. dan ketemu tuh.. ( smiley-04 kok bisa simpan di situ ya..)

Suatu hari bermaksud ke sebuah ruangan, karena ruangannya gelap saya pikir pasti belum dibuka. Tapi kuncinya dicari tidak ketemu-ketemu… akhirnya saya pikir coba lihat saja.. eh ada penampakan dari kaca pintu.. ternyata sudah ada orang di dalam.. kerja dalam remang2 (coba dari tadi tahu.. cape deh..). Langsung saja kuhidupkan lampunya, soalnya kalau ada orang melihat kami berduaan di kamar gelap, bisa2 salah paham boo..🙂

Pengalaman terbaru, masih ruangan yang sama.. saya kira tidak ada orang, jadi saya hampir kunci ruangan itu.. tapi datang teman saya yang lain mau masuk, jadi saya kasih kuncinya.. Ternyata ada orang maintenance lagi mojok.. Kalau sempat saya kunci, gimana jadinya ya..

Kalau mau sedikit belajar dari pengalaman “berasumsi”, mungkin pointnya

•  Tenang sedikit …  soalnya kalau panik kita jadi terlalu terpaku dengan masalah

•  Berpikiran lebih terbuka, karena anggapan kita belum tentu selalu benar

•  “Malu bertanya, sesat di jalan”

•  Tak kalah pentingnya: Simpanlah kunci pada tempat yang telah disediakan🙂

Postingan menggunakan media

March 11, 2009

Tes postingan menggunakan media..

Gambar google
Gambar google

Tambahan link oke

Flickr.com

blue-hills

Slogan oke punya

March 9, 2009

Slogan yang menarik di tempat kerja

MEMBIASAKAN KEBENARAN

BUKAN

MEMBENARKAN KEBIASAAN

Link oke punya

March 4, 2009

http://www.bestweekever.tv

http://failblog.org

http://totallylookslike.com

http://haluwin.wordpress.com/judul-halaman/

http://humor-in-photos-and-pictures.blogspot.com/

Mencoba lagi

March 4, 2009

Ingin mencoba hal2 baru