Skip to content

Pengalaman “cape deh” dengan asumsi

March 23, 2009

Berasumsi berarti punya anggapan tentang keadaan yang seharusnya terhadap suatu hal atau masalah. Karena kita sudah terpaku dengan anggapan itu, dan ternyata anggapan itu salah, bisa saja itu berakibat kerugian ke kita. Seperti contoh beberapa pengalaman berikut (selamat menyimak) ..

Saya pernah mencari kunci boks peralatan, dan saya beranggapan bahwa kunci itu pasti disimpan dalam sebuah kotak hitam, soalnya selama ini disimpan di situ. Karena segan merepotkan orang lain, saya berusaha mencari kotak itu kemana-mana. Setelah sekian lama saya tanyakan ke teman kerja, dan ternyata.. kunci itu disimpan di plastik bening di laci salah satu meja rekan kerja images

Soal kunci lagi.. kali ini mencari kunci ruangan.. anggapannya pasti kunci itu ditaruh di laci atas  (pada meja yang ada dua laci, kecil di sebelah atas dan besar di bawah). Setelah tidak ketemu-ketemu juga, akhirnya kepikiran ada di laci bawah (biasanya buat dokumen, bukan barang2 kecil).. dan ketemu tuh.. ( smiley-04 kok bisa simpan di situ ya..)

Suatu hari bermaksud ke sebuah ruangan, karena ruangannya gelap saya pikir pasti belum dibuka. Tapi kuncinya dicari tidak ketemu-ketemu… akhirnya saya pikir coba lihat saja.. eh ada penampakan dari kaca pintu.. ternyata sudah ada orang di dalam.. kerja dalam remang2 (coba dari tadi tahu.. cape deh..). Langsung saja kuhidupkan lampunya, soalnya kalau ada orang melihat kami berduaan di kamar gelap, bisa2 salah paham boo.. 🙂

Pengalaman terbaru, masih ruangan yang sama.. saya kira tidak ada orang, jadi saya hampir kunci ruangan itu.. tapi datang teman saya yang lain mau masuk, jadi saya kasih kuncinya.. Ternyata ada orang maintenance lagi mojok.. Kalau sempat saya kunci, gimana jadinya ya..

Kalau mau sedikit belajar dari pengalaman “berasumsi”, mungkin pointnya

•  Tenang sedikit …  soalnya kalau panik kita jadi terlalu terpaku dengan masalah

•  Berpikiran lebih terbuka, karena anggapan kita belum tentu selalu benar

•  “Malu bertanya, sesat di jalan”

•  Tak kalah pentingnya: Simpanlah kunci pada tempat yang telah disediakan 🙂

Advertisements
2 Comments leave one →
  1. ontosoroh permalink
    March 24, 2009 7:46 am

    asumsi ya…. sama ga seh dengan prasangka…..!

    iya seh kalo prasangka terkadang lebih buesar dari kenyataannya sampe uakhirnya ada fakta yang menyadarkan kita bahwa ternyata prasangka itu

    hehehe

    luam kuenal

    mampir ya ke ontosoroh.wordpress.com trus juangan lupa kuomen yo

    • ades49 permalink*
      March 24, 2009 3:20 pm

      Trims buat komennya
      Ya hampir sama seh.. kalo prasangka mungkin lebih sering diartikan curiga ke orang laen
      Kalau asumsi lebih umum, atau mungkin juga sedikit “keren dan afdol” gitu loo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: